Tuesday, 13 April 2021 Salam Pramuka!!

Sahur On Summit

Ramadhan mubarok. Sudah mainstream bukan jika Ramadhan datang, jadwal buka bareng berhamburan, mulai buka bareng gebetan, buka bareng teman, sampe jadinya buka bareng gebetannya teman. Mulai dari modus makan gratis, menjalin silaturohim sampai nostalgia ketemu mantan. Itu baru jadwal buka bereng, belum lagi sahur on the road. Aneh bukan kalau bulan Ramadhan banyak warung pinggir jalan yang buka dini hari tapi kenapa mereka senang makan di jalan – jalan?

Itulah beberapa yang lagi kekinian di bulan Ramadhan. Yang lagi kekinian banget nih tinggi – tinggian salam dari atas gundukan tanah bebatuan yang memiliki nama atau yang sering di sebut gunung. Dari dua kekinian yang lagi mencuat di permukaan yang menumbuhkan inisiatif teman-teman Racana Putra Putri Sepuluh November (RPPSN) untuk mengadakan Sahur On Summit, asingkan ?

Pramuka pastinya tidak akan jauh-jauh dengan kegiatan di alam bebas. Bulan Ramadhan bukan menjadi alasan untuk menghentikan hobby para anggota RPPSN untuk tetap berkegiatan di alam bebas. Sahur on Summit merupakan kegiatan yang di gagas di beberapa tahun terakhir ini yang akan menjadi agenda rutin di bulan Ramadhan, yakni sahur dari puncak gunung.

Pada Ramadhan ini agenda sahur on summit dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2016 dari Puncak Gunung Penanggungan. Pendakian dilakukan jam 22.00 dan sampai di puncak bayangan jam 00.30 dan dilanjutkan dengan sahur bersama dan siangnya kembali melanjutkan ke puncak Gunung penanggungan. Yang kemudian turun pukul 13.00 dengan tetap semangat menjalani puasa.

Awalnya beranggapan Ramadhan di puncak Gunung pasti akan sepi para pendaki tapi jauh dari ekspektasi, ternyata kondisinya sama seperti hari-hari biasa, tetap ramai oleh para pendaki. Ada satu point penting yang membedakan pendakian anggota RPPSN dengan beberapa pendaki yang lain, yakni teman-teman tetap semangat menjalankan Bulan penuh berkah ini.

Makan sahur dipuncak gunung yang pasti menunya bakalan kalah jauh dengan menu makanan di warung kawan. Tapi kalau kenikmatannya dijamin tidak kalah lezat dengan warung padang apalagi koki gunung kita di Sahur on Summit ini adalah Kak Jeni. Putra dengan kearifan lokal titisan darah tanah ngapak yang biasanya kalau muncak cuma pakai sandal japit kalau tidak yah cekeran tergantung suasana hati. Disaat yang lain tertidur lelap karena dinginnya udara di puncak gunung penanggungan Kak Jeni berhasil menghidangkan tempe goreng, cah kangkung dan Nasi Uduk andalannya, bangun-bangun kita semua tinggal makan.

Kehangatan teman-teman di keluarga RPPSN menambah banyak kesan di Sahur on Summit tahun ini. Untuk berbagi cerita kebersamaan dan tentunya keceriaan , mari bergabung di Sahur On Summit di Ramadhan tahun depan. See you next trip. (cdw)

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.