Saturday, 6 March 2021 Salam Pramuka!!

Ada Robot di Kontes Pramuka

Biasanya robot identik dengan lingkungan yang berbasis Information Technology (IT) tinggi, tetapi itu tidak berlaku di lingkungan ITS. Mulai dari mahasiswa yang aktif di Unit Kegiatan seperti Pramuka sampai mahasiswa elektronikapun sudah biasa dengan yang namanya robot. Terbukti dengan diadakannya Lomba Robot Line Tracer dalam Kontes Pramuka Terampil (KPT) 2010 yang diselenggarakan Unit Kegiatan Pramuka ITS, Minggu (28/3).

Lain dengan kegiatan pramuka pada umumnya, kalau biasanya pramuka identik dengan kemah, semaphore, tali temali, peluit dan berbagai nyanyiannya. Ada hal yang berbeda dari KPT 2010 ini. Puluhan robot line tracer adu kecepatan untuk mencapai garis finish, terlihat pramuka penegak SMAN 1 Bangil dengan seksama dan wajah tegang memperhatikan balapan tersebut. Dan wajah mereka pun sumringah ketika robot line tracer mereka melewati garis finish paling awal.

“Inilah yang menjadi kelebihan dan identitas Pramuka ITS yaitu Pramuka berbasis teknologi,” ungkap Ketua Panitia KPT 2010, Jahidul Umam. Dalam KPT kali ini tiga dari enam lomba yang diadakan merupakan lomba khas Pramuka ITS dan tidak diadakan pramuka lain yaitu lomba line tracer yang identik dengan elektronika, lomba web desain yang identik dengan informatika dan lomba membuat replika jembatan yang identik dengan sipil.

Sebelum melakukan balapan tersebut, para peserta terlebih dulu dibekali dasar-dasar robotika, cara membuat robot dan cara memodifikasi. “Satu minggu sebelum balapan, kami (Pramuka ITS, red) mengadakan workshop menegenai robotika kepada seluruh peserta KPT 2010,” ungkap mahasiswa Kimia angkatan 2008 ini. Kemudian para peserta diminta melanjutkan pembuatan robot di sekolah masing-masing dan kemudian dilombakan pada pelaksanaan KPT.

Robot itu sendiri merupakan robot dengan sensor pendeteksi warna hitam dan putih. Pada lomba kali ini, Robot peserta harus bisa mengikuti rute yang dibuat panitia dengan garis warna putih. “Jadi robotnya harus bisa menghidupkan sensor kanan dan kiri supaya bisa mendetaksi,” ungkap mahasiswa asal Tuban ini. Setelah itu siapa yang finish terlebih dahulu, maka dialah pemenangnya.

Juara pada lomba kali ini dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori putri dan putra. Juara satu, dua, tiga untuk kategori putra berturut-turut adalah SMAN 1 Bangil, SMK Sunan Drajat dan SMK 2 Kediri. Sedangkan untuk juara putri hanya ada juara satu dan dua yaitu SMK Sunan Drajat dan SMAN 1 Bangil.

Zaenal Arifin, Ketua Tim Robot dari SMAN 1 Bangil mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya adalah semangat dan optimis. “Motto kami adalah pesimis-pesimis-optimis. Jadi dalam benak kami hanya ada optimis dan semangat, walaupun ada banyak pesimis tetapi akhirnya kita optimis menang,” ungkap siswa yang kelihatan bersemangat ini.(rik/bah)

| ITS Net – http://old.its.ac.id/berita.php?nomer=6739
| Foto : SMA1 Bangil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five − 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.